Mulai pada
tahun 1930 banyak industri mobil yang sejenis melakukan konsolidasi
seiring pesat nya laju perindustrian. Tokyo Gas Industy Company ( TGIC )
pun tidak mau ketinggalan sehingga TGIC melakukan kerja sama dengan dua
industri otomotif lainnya yaitu Automobile Industry Company, Ltd dan
Kyodo Kokusan K.K ( Kabushki Kaisha ) pada tahun 1937. Ketiga perusahaan
ini bergabung menjadi satu dengan nama Tokyo Automobile Industry
Company.
Pada tahun
1941 seiring dengan penjajahan Jepang terhadap China dan embargo dari
Amerika, Tokyo Automobile Industry Company berubah menjadi suplier mesin
perang dan berubah nama menjadi Diesel Motor Industry Company, Ltd.
Ahirnya pada tahun 1942 perang antara Jepang dan Amerika tidak dapat
terhindarkan dan Diesel Motor Industry Company, Ltd pecah menjadi dua,
Pecahan pertama masih memakai nama lama yaitu Diesel Motor Industry
Company, Ltd. yang sekarang kita kenal dengan Izuzu Motor sedangkan
pecahan yang kecil menjadi Hino Heavy Industry Company, Ltd.
Mulai pada tahun 1942 lah Hino Mulai berdiri mandiri dengan nama Hino Heavy Industry Company, Ltd. yang sampai sekarang masih berkembang dengan pesat. Pada Tahun 1952 Hino
mengeluarkan produksi pertamanya yaitu Blue Ribbon. Bis Blue Ribon ini
menganut disain Eropa dengan mesin tertanam di lantai. Seiring dengan
pesat nya perkembangan pada tahun 1959 Hino Heavy Industry Company, Ltd. mengubah namanya menjadi Hino Motor Ltd. dan melakukan kerja sama dengan Toyota membuat Sedan Contesa ( Hino Samurai ) dan dengan Renault membuat Renault 4CV. Hino
Contessa memenangkan kejuaraan megah di grand prix, Sedan Ras kelas C
9th di Califonia, Amerika. Nama team di grand prix itu adalah Tim
Samurai sehingga sedan contesa lebih terkenal dengan nama Hino Samurai. Pada tahun 1964 Hino mengeluar kan produk nya yang terkenal Hino Ranger dan pada tahun 2001 Hino menjadi anak dari perusahaan besar Toyota.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar